Selasa, 06 Oktober 2015

Ketua Komisi I: Penguatan TNI Jangan Hanya Sebatas Keinginan


JAKARTA, - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq meminta, agar penguatan TNI tak hanya sebatas keinginan pemerintah semata. Penguatan itu perlu direalisasikan salah satunya dengan menambah anggaran belanja TNI.

"Menjadi aneh jika anggaran TNI justru semakin turun dibanding tahun sebelumnya. Kelemahan regulasi dalam pelaksanaan fungsi selain perang terus dibiarkan, dan kesejahteraan prajurit TNI masih dipandang bukan prioritas," kata Mahfudz dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2015), menyikapi HUT ke-70 TNI.

Pada tahun 2015 ini, anggaran belanja Kementerian Pertahanan sebesar Rp 102 triliun, dimana Rp 40 triliun diantaranya digunakan untuk belanja alutsista. Namun, pada perencanaan APBN 2016, pemerintah menurunkan anggaran belanja menjadi Rp 95 triliun.

Atas penurunan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 35 triliun ke Komisi I DPR. (baca: Komisi I dan Panglima TNI Rapat Tertutup Bahas Anggaran)

Mahfudz menambahkan, TNI perlu melakukan penguatan pada seluruh aspek yang ada mulai dari organisasi, sumber daya manusia, alutsista, serta sarana dan prasarana. Hal itu sesuai dengan tantangan yang harus dihadapi TNI sesuai dengan kondisi yang terus berkembang.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Ahmad Zainuddin mengatakan, penguatan kapasitas dan kualitas pertahanan perlu dilakukan jika pemerintah ingin TNI semakin kuat. Namun, yang terjadi saat ini proporsi anggaran yang diajukan pemerintah untuk TNI masih jauh dari ideal.

"Anggaran TNI lebih banyak untuk belanja rutin serta gaji prajurit. Modernisasi alutsista sejak 2010 baru separuh dari kebutuhan minimum essential force. Sementara eskalasi potensi ancaman terus berkembang dinamis," kata Zainuddin.

Pemerintah seharusnya melihat Buku Putih Pertahanan RI jika ingin mengembangkan kekuatan TNI. Sebab, di dalam buku tersebut terdapat acuan untuk mengembangkan kekuatan TNI dengan melihat kondisi geopolitik dan geostrategi yang berkembang. (baca: Ketua DPR Berharap TNI Masuk 10 Besar Kekuatan Militer Dunia)

"Buku Putih Pertahanan RI harus menjadi panduan bersama dalam pengembangan kekuatan TNI, termasuk politik anggaran di dalamnya," ujarnya.
KOMPAS.com Penulis : Dani Prabowo
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar