Selasa, 06 Oktober 2015

Komisi I DPR: Jangan Sebatas Seremonial, Tambah Anggaran TNI!


JAKARTA - Di usia ke-70 tahun, TNI yang merupakan komponen utama sistem pertahanan negara menghadapi tantangan yang semakin besar juga. Untuk itu, negara diingatkan untuk terus memperkuat TNI.

"Agar negara mampu hadapi beragam tantangan baru, maka wajib bagi negara memperkuat TNI," tegas Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10).

Politisi PKS ini bahkan menjabarkan tantangan-tantangan besar yang dihadapi negara dan TNI saat ini.

Tantangan itu adalah meningkatnya tensi konflik politik dan keamanan di berbagai kawasan, termasuk di Laut China Selatan.

"Kedua, merebaknya kejahatan lintas negara yang bentuknya non-tradisional seperti terorisme, kejahatan siber, dan separatisme yang menggalang dukungan internasional," sambungnya.

Sementara tantangan ketiga adalah pertarungan kepentingan ekonomi terhadap beragam sumber daya yang menggunakan perang proxi. Sementara tantangan terakhir adalah membesarnya potensi bencana alam akibat dampak persoalan lingkungan.

Keempat tantangan itu menambah beban tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan dan yuridiksi wilayah NKRI, sebagai negara kepulauan yang ingin mengembangkan diri sebagai negara maritim.

"Maka sekali lagi negara wajib memperkuat TNI dalam semua aspek, seperti organisasi, SDM, alutsista, dan sarpras-nya. Hal ini ditunjukkan dengan komitmen negara untuk memberikan anggaran yang cukup mengacu kepada postur pertahanan yang dibutuhkan," sambungnya.

Apalagi, ujar Mahfudz, presiden menginginkan TNI menjadi kekuatan militer maritim yang tangguh di kawasan. Maka, menurut dia, menjadi aneh jika anggaran TNI justru semakin turun dibanding tahun sebelumnya.

"Presiden sesuai amanatnya harus mengambil kebijakan dan keputusan penting dalam agenda penguatan TNI. Jika tidak, maka peringatan 70 tahun TNI dan amanat Presiden Joko Widodo lagi-lagi hanya sebatas seremonial belaka," demikian Mahfudz. [ian/RMOL]


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar