Kamis, 17 Desember 2015

Anwar Nasution: Ekonomi RI Kini Sama dengan Zaman VOC


JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Anwar Nasution menilai, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak berbeda jauh dengan‎ zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Belanda puluhan tahun silam.

Akibatnya, gejolak yang terjadi pada perekonomian global sangat memengaruhi perekonomian Indonesia. Menurutnya, Indonesia saat ini tengah menghadapi tiga gejolak perekonomian global. Pertama, penurunan jumlah permintaan dan tingkat harga komoditi primer sejak 2010, baik hasil perkebunan maupun pertambangan.

"Ini akibat dari kemerosotan ekonomi China dan India yang merupakan pangsa pasar utama ekspor bahan mentah kita," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Kedua, ketidakpastian berakhirnya kebijakan moneter di negara maju berupa quantitative easing (QE), terutama di Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan Jepang.

‎Berakhirnya QE membuat bunga pinjaman luar negeri semakin mahal, karena kombinasi antara kenaikan tingkat suku bunga dan penguatan kurs dolar Amerika Serikat (USD).

"Selain itu, adanya bencana alam el nino yang menyebabkan kebakaran hutan di seluruh wilayah Indonesia. Akibatnya bahan makanan banyak yang impor karena gagal panen," imbuh dia.

Anwar mengatakan, gejolak eksternal tersebut sangat memengaruhi kondisi perekonomian Indonesia karena porsi pendapatan nasional baik dari penerimaan ekspor maupun penerimaan negara lainnya masih bertumpu pada sektor primer, seperti pertanian rakyat, perkebunan, pertambangan dan perikanan.

"‎Ekonomi kita enggak beda dengan jaman VOC. Tergantung pada perkebunan, perikanan rakyat. Kalau cuma menghasilkan sawit, bikin CPO diolah di sana enggak bisa kaya," tandasnya.
sindonews
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar