Selasa, 26 Januari 2016

Bentuk Tim Pengawas Intelijen, DPR: Ini untuk Perubahan


Selasa,26 Januari 2016. Jakarta -Dewan Perwakilan Rakyat hari ini akan mengesahkan keanggotaan Tim Pengawas Intelijen dalam rapat paripurna. Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan bahwa keberadaan tim ini adalah untuk memperbaiki sistem intelijen yang ada.

"Itu satu langkah perbaikan. Itu hasil kajian," kata Ade di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/1/2016).

Politisi yang akrab disapa Akom itu optimistis tim pengawas intelijen akan membawa angin segar dan memperbaiki kinerja Badan Intelijen Negara. "Saya selalu optimis melihat segala sesuatu semua keadaan," kata dia.

Kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) sempat menjadi sorotan saat terjadi serangan bom di jalan Thamrin pada Kamis, 14 Januari 2016 lalu. Tetapi, Kepala BIN Sutiyoso membantah pihaknya kecolongan.

Rencana pembentukan Tim Pengawas Intelijen itu sendiri dibahas di DPR sejak Juni 2015 lalu. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan bahwa tim ini bisa menginvestigasi operasi intelijen yang dianggap menyimpang.

"Tim pengawas ini sesuai dengan undang-undang dan aturan DPR, pertama adalah dia melakukan pengawasan khusus terhadap pelaksanaan tugas kewenangan BIN," kata Mahfudz di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Juni 2016 lalu.

Mahfudz menyadari bahwa tim ini memang tidak bisa masuk ke sistem BIN terlalu dalam karena BIN bekerja secara tertutup. Tim ini bekerja ketika ada hal-hal yang diindikasikan menyimpang.
(imk/erd)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar