Senin, 18 Januari 2016

Ini Kronologi Keributan Antara Fahri Hamzah dan KPK di DPR


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terlibat keributan dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keributan tersebut dipicu oleh penyidik KPK yang membawa sejumlah anggota Brimob bersenjata lengkap.

Fahri mengaku, awalnya mengetahui Brimob bersenjata lengkap tersebut masuk dalam rangka penyisiran terorisme. Namun, setelah bertanya kepada Sekjen DPR, ternyata yang membawa anggota Brimob adalah KPK.

Mengetahui hal tersebut, Fahri dengan geram berjalan cepat dari Gedung Nusantara III menuju Gedung Nusantara II di lantai 3. Tempat tersebut adalah ruang Fraksi PKS yang sedang dijaga Brimob.

Namun, ternyata para penyidik tersebut sedang berada di ruang Fraksi PDIP, tepatnya di ruang kerja politikus PDIP berinisial DWP. Sontak, Fahri langsung berteriak dan mengusir anggota Brimob tersebut keluar.

''Brimob yang membawa senjata keluar. Gedung ini tidak boleh bawa senjata. Saya yang bertanggung jawab. Sekali lagi saya minta senjata tidak boleh ada di gedung parlemen,'' kata Fahri geram, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/1).

Dari ruang Fraksi PDIP, Fahri kembali menyambangi penyidik KPK yang berada di Fraksi PKS dan sedang melakukan penggeledahan. Saat berpapasan dengan penyidik KPK, Fahri langsung marah-marah dan mengusir lagi para anggota Brimob tersebut.

''Anda melakukan contempt of parliament,'' teriak Fahri kepada salah seorang penyidik KPK bernama HN Cristian. Tidak mau kalah, Cristian juga menyahut dengan nada tinggi. ''Saya akan melakukan tugas saya. Tidak akan meminta Brimob keluar,'' sahutnya.

Fahri menilai tindakan KPK tersebut merusak nama lembaga DPR. Ia mengatakan, anggota DPR yang belum tentu bersalah akan langsung rusak nama baiknya jika masyarakat menyaksikan hal itu.

Crisitian mengungkapkan, pihaknya sudah meminta izin kepada pihak kesekjenan DPR dan MKD, juga pamdal. ''Saya melaksanakan tugas negara,'' ujar dia. ''Saya juga melaksanakan tugas negara,'' ucap Fahri sambil teriak.

''Tolong kalian keluar,'' Fahri mengusir. Cristian tetap berkeras mempertahankan apa yang menjadi tanggung jawabnya. ''Saya tidak akan keluar, saya akan melaksanakan tugas sebagai penegak hukum,'' ujar Cristian menegaskan.

Saat perdebatan menemui jalan buntu, Crisitian kembali menyatakan seolah-olah mengenal betul Fahri dan Nasir Djamil yang sedang berada di lokasi. ''Saya tahu siapa Anda, Anda jangan menganggap kami liar. Anda jangan menghalangi tugas kami,'' kata dia kepada Fahri dan Nasir.

Sontak hal tersebut juga membuat kedua anggota dewan dari PKS itu membalas. ''Saya juga tahu siapa Anda,'' tuturnya.


Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar