Senin, 10 Oktober 2016

Kembali, 2 WNA Tiongkok Diamankan Kantor Imigrasi Cirebon

CIREBON – Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok bakal dideportasi. Kedua WNA yang berpotensi dideportasi itu yakni Zheng Haohui 25, dan Zheng Weishu, 57, yang ditangkap petugas Imigrasi Cirebon di Desa Panjalin, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka pada Minggu (2/10) lalu. Diduga kedua WNA asal Tiongkok tersebut melakukan praktik jual-beli rambut bekas. Keduanya sempat mencoba melarikan diri saat ditangkap dan mencoba melawan ketika dikarantina di Kantor Imigrasi Cirebon. Sejak awal 2016 hingga Oktober ini, setidaknya ada 14 WNA dideportasi oleh Kantor Imigrasi Klas II Cirebon karena melanggar penyalahgunaan keimigrasian.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, Raja Ulul Azmi Syahwali kepada Cirebonpos, Jum’at (7/10) mengungkapkan, penangkapan kedua WNA itu didasarkan atas laporanmasyarakat. Sebelum ditangkap, mereka ditemukan tengah membeli rambut untuk pembuatan wig (rambutpalsu) di rumah warga di Desa Panjalin. Mereka ke Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan Wisata(BVKW). Namun, ketika pihaknya menanyakan dokumen terkait izin tinggal, mereka menolak menunjukkan identitas diri dan paspor. Mereka bahkan mencoba untuk melarikan diri ketika hendak pihaknya periksa. Pihaknya pun sempat mengejar Weishu dan Haohui dengan hubungan mereka sebagai paman dan keponakan. Dan pada akhirnya mereka berhasil diamankan. Perlawanan dan upaya melarikan diri masih dilakukan kedua WNA itu saat dibawa ke kantor imigrasi, bahkan saat dikarantina.

“Mereka telah melakukan penyalahgunaan izin tinggal, termasuk Haohui yang telah menyuruh sang paman, Weishu, melanggar izin tinggal. Atas pelanggaran itu, keduanya terancam dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta. Dan kemungkinan mereka dideportasi, tergantung keputusan kepala kantor imigrasi,” paparnya.

Masih kata dia, diduga mereka mempunyai misi tertentu yakni praktik jual-beli rambut bekas ke Tiongkok. Namun, pihaknya akan mendalami kemungkinan tersebut melalui petunjuk-petunjuk yang ada.

Kepala Sub Seksi Pengawasan Kantor Imigrasi Klas II Cirebon, Teuku Adelian Muda juga menambahkan, Haohui telah masuk Cirebon sejak 8 September 2016 dan Weishu masuk sejak 21 September 2016. Mereka ke Indonesia melalui jalur udara dan selama itu tinggal di sebuah hotel di kawasan Tuparev, Kabupaten Cirebon. Haohui sudah pernah datang ke Indonesia pada tahun 2015, tapi tidak tahu tujuannya kemana. Dari tangan mereka, petugas imigrasi mengamankan sekitar 70 kilogram rambut bekas yang akan dijual ke Tiongkok, selain paspor, sebagai barang bukti. Rambut palsu itu sendiri dibeli Weishu dan Haohui Rp700 ribu setiap kilogramnya dari warga sekitar. Pihaknya telah mendata sejak awal 2016 hingga Oktober ini sudah 14 WNA yang dideportasi. Mereka rata-rata berasal dari Malaysia dan Tiongkok, dengan pelanggaran penyalahgunaan keimigrasian.

“Sedikitnya sudah 14 orang yang dideportasi atas penyalahgunaan keimigrasian hingga Oktober ini,” ungkapnya. (CP-06)
Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar