Rabu, 16 November 2016

Mahfudz Sidik: Jangan Sampai NKRI Bubar

Foto : Ist SOSIALISASI. Anggota DPR RI, Drs H Mahfudz Sidik MSi saat menyampaikan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Cirebon, Sabtu (18/6).
CIREBON- Dalam rangka menjalankan kegiatan Sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang meliputi NKRI,Pancasila,UUD 1945,dan Bhinneka Tunggal Ika di daerah pemilihan Cirebon-Indramayu. Anggota DPR RI, Drs H Mahfudz Sidik MSi menjelaskan dalam pertemuan tersebut, bahwa pentingnya menjaga keutuhan NKRI oleh semua lapisan.Acara tersebut di gelar di Cirebon, Sabtu

Dalam penjelasannya, Mahfudz memaparkan bagaimana kondisi Indonesia terkini yang sangat memprihatinkan saat ini. Dua tahun di rezim pemerintahan saat ini, kata dia, justru membawa bangsa Indonesia semakin terpuruk dan bukan mustahil akan membawa pada kehancuran NKRI.

Dimana Gerakan Revolusi Mental yang didengungkan, kata Mahfudz, bukannya membawa dan menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik, tapi justru semakin mencemaskan kondisinya.

“Unstabilitas terjadi di berbagai sektor. Lihat saja di bidang ekonomi yang pernah dijanjikan akan meroket medio September tahun lalu justru sebaliknya. Kenaikan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat naik tidak terkendali hingga jelang hari lebaran nanti,” paparnya.

Sementara di bidang politik pun, kata politisi PKS ini, sama gonjang ganjing dan konflik di  dunia politik yang menimpa banyak parpol. Disinyalir tak luput dari campurtangan kekuasan, serta tarik menarik kepentingan antara eksekutif dan legislatif. Ditambah lagi, di bidang penegakan hukum pun terlihat jelas ketidakstabilannya. Banyak kasus-kasus hukum yang tidak terselesaikan bahkan tidak sedikit yang lenyap proses hukumnya. Penegakan hukum dirasakan seperti mata pisau tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Dimana, lanjut Mahfudz, aparat penegak hukum dirasakan sudah tidak lagi berpihak kepada kebenaran namun kepada kepentingan.

“Bahkan yang lebih mengkhawatir lagi adalah degradasi moral yang melanda generasi muda bangsa Indonesia. Hingga maraknya kemunculan simbol-simbol idiologi paham komunisme yang banyak di terlihat saat ini,” ujarnya.

Maka tidak berlebihan, kata mantan Ketua Komisi I DPR RI ini, jika banyak tokoh-tokoh bangsa saat ini yang mensinyalir NKRI sudah dalam kondisi “Lampu Kuning” dari keterpurukan dan kehancuran. Apalagi hutang luar negri negara saat ini sudah lebih dari Rp4000 Triliun, serbuan barang-barang impor yang masuk dengan derasnya termasuk serbuan pekerja-pekerja asing (Cina, red) yang seperti tak terbendung lagi. Hal ini menjadikan kedaulatan NKRI semakin berada di ujung tanduk. Jika melihat kondisi keseluruhan dari bangsa Indonesia ini ada semacam grand design besar untuk tujuan besar, yakni bubarnya dan terpecahnya NKRI menjadi negara-negara bagian yang lebih kecil. Karena itu,sebagai anak bangsa yang terlahir dari hasil perjuangan dan pengorbanan para pejuang pendahulu. Maka ada kewajiban besar untuk mempertahankan kedaulatan dan kesatuan NKRI yang tercinta ini.

“Siapapun kita, dimanapun kita, dan apapun profesi kita maka menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI dari ancaman bubar dan pecahnya NKRI adalah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa Indonesia ini dari kehancurannya dan menjadikan bangsa ini kembali menjadi bangsa yang besar, kuat, berdaulat dan menjadi negri yang di rahmati,” pungkasnya. (CP-11)

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar