Senin, 22 Mei 2017

Mahfuz Sidik: Pancasila Sudah Final, Kedaulatan NKRI Harga Mati

CIREBON – Menjadi bagian dari tugas dan tanggungjawab sebagai anggota MPR/DPR RI untuk menjalankan amanat konstitusi yakni menjalankan kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Sosialisasi 4 Pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Selama rangkaian kegiatan RDP dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan itulah, Drs H Mahfudz Sidik MSi berkesempatan menyampaikan amanat konstitusi negara sekaligus bertemu dan bertatap muka serta berdialog dengan masyarakat konstituen di daerah pemilihannya.

Dalam sambutannya, Mahfudz Sidik menyampaikan, bahwa perlunya untuk selalu menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dengan di mulai dari lingkungan unit terkecil kita yakni di masyarakat lingkungan Rt, Rw, hingga Desa. Mahfudz menegaskan, bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi ancaman dan serangan serius yang dapat melemahkan bangsa ini. Dimana ancaman dan serangan tersebut ada yang bersifat idiologi, politik, social ekonomi,hingga budaya dan akidah.

“Ancaman dan serangan tersebut jika kita tidak antisipasi sedini mungkin maka akan dapat melemahkan bangsa kita secara keseluruhan dan bahkan dapat menghancurkan bangsa ini,” ujarnya.

Mahfudz juga menggambarkan, bagaimana sekarang ini penyebaran paham radikalisme dan terroisme yang meluas ke segenap penjuru dunia dengan ISIS menjadi corong gerakannya. Belum lagi ancaman bahaya Laten komunisme yang kini dirasakan semakin berani dan nyata memunculkan dirinya kembali, termasuk di dalamnya adalah kampanye massif dari para pelaku dan pendukung gerakan LGBT  (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) yang sudah sangat mengkhawatirkan kehidupan kita semua.

“Saya sebagai wakil rakyat yang kebetulan di amahkan sebagai pimpinan di komisi I DPR RI yang membidangi penyiaran telah melarang keras kepada seluruh lembaga penyiaran untuk tidak mendukung gerakan kampanye tentang LGBT tersebut, dan meminta kepada KPI sebagai lembaga pengawas siaran untuk berani dan bersikap tegas menolak dan melarang hal yang sama,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Mahfuzd mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat dapilCirebon dan Indramayu untuk senantiasa menjalin dan menjaga kebersamaan dan persatuan kesatuan bangsa, dan ikut bersama menjaga kedaulatan bagsa Indonesia yang sama-sama dicintai ini dari segala macam ancaman dan serangan yang akan melemahkan dan menghancurkan NKRI. Ingat, kata dia, bahwa Pancasila sudah final, dan kedaulatan NKRI adalah harga mati. (CP-05)

sumber : http://www.cirebonpos.com/

Bagikan berita/artikel ini kepada teman melalui :

0 komentar :

Posting Komentar